Siapa Saja yang Masuk Surga?

1.Siapa Saja yang Masuk Surga?

Ivan Iwanovitch meninggal hari Sabtu – pukul lima. Begitu juga Abdul Rahman dan Martin Christian. Bertiga mereka berjalan ke tempat hari akherat. Tidak bisa melihat siapa Iwan, siapa Abdul atau siapa Martin, karena ruh tidak ada pakaian – tidak ada raut muka. Dari jauh mereka melihat cahaya. Itulah Jesus, kata Martin, sebentar lagi kelihatan cahaya lagi, itulah Nabi Muhammad kata Abdul dan untuk ketiga kalinya dilihat warna lagi, itulah Sanctus Carolus Marx kata Ivan Iwanovitch – seorang komunis yang sejati. Sampai akhirnya mereka melihat cahaya begitu kuat dan terang sehingga ketiga ruh dipenuhi cahaya dan kemuliaan. Hic es Deus kata Martin, Prinsip Hoffnung kata Iwan, itulah Tuhan Allah kata Abdul. Tapi yang dilihat adalah hal yang sama dan tidak ada satu orangpun diantara mereka yang masih hidup yang bisa menjelaskan apa yang dilihat tiga ruh itu. Karena cahaya yang dilihat adalah baru, tidak ada perbandingan dan tidak ada kata yang memungkinkan melukiskan hal itu. Dan hal yang tidak dapat dipikirkan, tidak bisa dibicarakan. Dan tentang hal yang tidak bisa dibicarakan, tentang hal itu, lebih baik tutup mulut, kata Wittgenstein.

Karya MAW Brouwer

2.USULAN TERHEBAT DI PBB : UBAHLAH KITAB SUCI AGAMA!

Sebuah usul diajukan kepada Perserikatan Bangsa Bangsa, isinya mewajibkan agar semua Kitab Suci dari semua agama di seluruh dunia ditinjau kembali. Semua ayat yang mengarah kepada intoleransi, kekejaman atau fanatisme, harus dihapus. Segala sesuatu yang mengurangi martabat, keadilan dan kesejahteraan manusia, harus dihilangkan. Semua ayat yang bias, rancu, dan membingungkan sehingga hanya membuat pertikaian antar pembacanya, harus diperjelas. Dan mengingat Kitab Suci ditulis ribuan tahun yang lalu, maka hal-hal baru yang belum tercakup harus ditambahkan.

Ketika diketahui bahwa usul itu diajukan oleh para wakil dari negara Impian yang meliputi : Muhammad, Yesus, dan Budha, maka para wartawan/paparazi bergegas menyerbu hotel tempat mereka menginap untuk minta penjelasan lebih lanjut.

Penjelasan mereka sederhana saja : ‘’Kitab Suci, seperti hari Jum’at atau Sabat, adalah untuk manusia. Bukan manusia untuk Kitab Suci. Juga ibarat pakaian, apabila karena usia dan jaman, pakaian menjadi sempit, maka janganlah badan manusia yang dikecilkan, melainkan pakaiannya yang harus disesuaikan! Selain itu, janganlah berhenti mempelajari Tuhan beserta kebenaranNya hanya sebatas pada agama atau kitab suci saja, sebab kitab suci ditulis ribuan tahun yang lalu oleh para nabi yang sangat terbatas sekali umur dan dimensinya, sedangkan umur dan dimensi Tuhan maha tak terbatas. Sekali-kali jangan sampai sebuah buku atau seorang nabi membatasi Sang Penciptanya, yaitu Tuhan sendiri. Kitab suci dan nabi diturunkan bukan untuk membelenggu Tuhan, memecah belah manusia, dan memasung kebebasan berpikir manusia!

Mendengar jawaban itu, para kuli tinta ini lalu pulang dengan suka cita yang mendalam sekali, dan menyebarkan penjelasan diatas melalui internet untuk berbagi suka cita dengan sesamanya diseluruh penjuru dunia, termasuk anda, para pembaca.

Karya: Kopi Anan (Putra dari Kopi Tenan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: